Jun 28, 2009

Rafael Nadal Parera : Rafa, PEnampilan Matador, Gaya Pesepak Bola, Juara Tenis

Rafa, Penampilan Matador, Gaya Pesepak Bola, Juara Tenis
Oleh : YNS

Inilah ikon terbaru Spanyol di mata dunia, Rafael "Rafa" Nadal Parera. Usianya baru 19 tahun 3 hari saat ia mengukuhkan diri sebagai "raja" tenis lapangan tanah liat sejagat dengan memenangi Grand Slam Perancis Terbuka, Minggu (5/6/2005). "Spanyol punya dua raja. Nadal dimahkotai di Paris dalam usia 19," tulis harian El Pais.

Setumpuk catatan prestasi mengagumkan langsung mengikuti Rafa begitu dia mengalahkan petenis Argentina, Mariano Puerta, 26 tahun, 6-7 (6/8), 6-3, 6-1, 7-5, di final grand slam yang berlangsung dalam Stadion Philippe Chatrier, Roland Garros, tersebut. Tahun ini Rafa adalah petenis yang paling banyak menjuarai turnamen tanah liat (clay).

Dari 15 turnamen individual clay court yang sudah digelar, enam direbut Rafa. Tiga di antaranya sangat prestisius, Seri Masters Monte Carlo, Roma, dan Grand Slam Perancis Terbuka. Di turnamen ini, Raja Spanyol Juan Carlos ikut menonton dan menyalaminya.

Dia juga mengukir diri sebagai remaja keenam yang pernah menjuarai grand slam. Lima terdahulu adalah Ken Rosewall di Australia Terbuka 1953, Mats Wilander di Perancis Terbuka 1982 dan Australia Terbuka 1983, Boris Becker di Wimbledon 1985, Michael Chang di Perancis Terbuka 1989, serta Pete Sampras di AS Terbuka 1990.

Di musim turnamen tahun ini, Rafa juga tercatat sebagai petenis dengan penghasilan uang hadiah terbesar dari seluruh petenis yang ada di bumi ini. Hanya dalam tempo lima bulan, Rafa sudah mengumpulkan Rp 25.207.190.000 sebelum dipotong pajak-tetapi tentu yang dia terima dalam bentuk dollar AS dan euro.

Pendapatan dalam lima bulan pertama tahun 2005 itu jauh lebih besar daripada akumulasi perolehan uang hadiah yang ia terima sejak memulai karier profesional tahun 2002 hingga akhir 2004. Selama sekitar tiga tahun itu, Rafa cuma mengumpulkan total Rp 4.200.000.000.

Jumlah tahun 2005 tersebut mengungguli perolehan uang hadiah, petenis putra nomor satu dunia, Roger Federer. Petenis terbaik dengan berbagai julukan: "si seniman besar", "Mr Everything" itu mengumpulkan hadiah sebesar Rp 23.220.000.000, Rp 3 miliar lebih sedikit dari Rafa.

Bersama Federer, Rafa menjadi petenis yang paling sering juara tahun ini. Keduanya sama-sama telah mengumpulkan enam gelar juara.

DI samping prestasinya, sosok Rafa yang mencerminkan semua aspek budaya macho makin memantapkan dirinya sebagai ikon Spanyol. Majalah Tennis edisi Juni 2005 memuji penampilan karismatik pemuda kelahiran Manacor Mallorca, 3 Juni 1986, itu.

Postur tinggi 186 sentimeter dan bobot 86 kilogram, langkah Rafa nan tegap dengan punggung berotot yang membuatnya tampak sedikit melengkung mirip dengan sosok seorang matador. Itu ditambah kebiasaannya mengenakan celana pertandingan dengan panjang selutut-di samping kaus tak berlengan- mirip celana kostum matador, traje de luces.

Selain itu, rambutnya yang gondrong dan kulitnya kecoklatan terbakar matahari adalah tipikal banyak pemain sepak bola negeri itu. Gayanya di arena tenis dengan mengayunkan tinju sambil kaki menendang udara saat merebut poin atau merentangkan kedua tangan sambil wajah menatap langit saat memenangi pertandingan adalah gaya khas pemain sepak bola saat mencetak gol.

Tidak aneh bila Rafa begitu dekat dengan sepak bola, cabang olahraga utama negerinya. Pamannya adalah Miguel Angel Nadal, pemain belakang klub elite Barcelona dan tim nasional yang tiga kali tampil di Piala Dunia.

Meski mulai berlatih tenis sejak usia 5 tahun dengan pelatih salah satu pamannya, Toni, Rafa kecil juga gandrung dengan sepak bola. Dia mulai fokus pada tenis pada pertengahan tahun 1990-an menyusul prestasinya sebagai juara nasional Spanyol dan Eropa kelompok usia kurang dari 12 tahun.

"Saya main di dua cabang itu waktu kecil. Begitu terlihat jelas kalau prestasi tenisku meningkat, saya memutuskan konsentrasi di tenis," ujar Rafa.

Di awal usia remajanya itulah Rafa secara teratur berlatih dengan petenis termasyhur, Carlos Moya. Moya pula yang menjadi panutan Rafa di masa- masa itu.

Tahun 2003 menjelang usia 17 tahun, Rafa akhirnya bisa menghadapi Moya untuk pertama kalinya di turnamen sungguhan, Hamburg Masters, yang merupakan turnamen seri Mastersnya yang kedua setelah Monte Carlo sebulan sebelumnya. Hebatnya, Rafa yang menang saat itu.

Para petenis terbaik Spanyol-termasuk Moya-umumnya pindah ke Barcelona untuk menempa diri di pusat tenis nasional. Namun, Rafa muda memilih untuk tetap berlatih di Manacor.

Dia tetap tinggal bersama keluarga besarnya, kakek-neneknya, orangtuanya, saudara perempuannya, dan keluarga. Mereka tinggal dalam gedung apartemen berlantai lima. Rafa memang berasal dari keluarga kaya. Keluarga Nadal memiliki banyak aset di Mallorca dan ayahnya, Sebastian, menjalankan perusahaan pembuat jendela milik keluarga.

Prestasi tingkat senior mulai diraih Rafa tatkala usianya baru 15 tahun. Pada tahun 2002, dia menjuarai turnamen Challenger di kota kelahirannya untuk pertama kali. Setelah itu, Rafa langganan menjadi juara dan setahun kemudian, dia menjadi debutan termuda setelah Boris Becker yang bisa mencapai putaran ketiga Wimbledon. Saat itu usia Rafa 17 tahun dan Becker melakukannya dalam usia ke-16 pada tahun 1984.

Memasuki tahun 2004, Rafa langsung menyedot perhatian pemerhati tenis karena dia memulai musim turnamen tahun itu sebagai peringkat 50 dunia. Tahun itu pula Rafa meraih gelar ATP pertamanya di Polandia.

Akhir tahun 2004, Rafa menjadi pahlawan Spanyol. Dialah yang menjadi senjata penentu tim Spanyol dalam upaya mereka menjadi juara Piala Davis. Di semifinal, Rafa mengalahkan Arnaud Clement yang membuat Spanyol mengalahkan Perancis, 3-1. Di final melawan AS, Rafa mengalahkan Andy Roddick yang membuatnya jadi petenis termuda yang memenangi partai tunggal final Piala Davis. Itulah Rafa, penampilan matador, gaya pesepak bola, juara tenis, dan ikon Spanyol. (REUTERS/AFP/YNS)

Sumber : Kompas, Selasa, 7 Juni 2005

0 comments:

 
Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger

© Newspaper Template Copyright by bukan tokoh indonesia | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks