Jun 16, 2009

Lukas Podolski : Podolski, Penghibur Pencinta Tim Jerman

Podolski, Penghibur Pencinta Tim Jerman
Oleh : Buyung Wijaya Kusuma

Impian tim sepak bola Jerman untuk menjuarai ajang Piala Dunia 2006 telah dihancurkan oleh tim Italia dalam pertandingan semifinal dramatik. Namun, pencinta tim Jerman masih bisa terhibur setelah Lukas Podolski meraih predikat prestisius, yakni penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2006.

Pemain kelahiran Gliwice, Polandia, 4 Juni 1985, itu terpilih oleh 14 anggota Kelompok Studi Teknis FIFA (TSG) setelah menilai gaya, karisma, fair play, semangat, dan kemampuan teknisnya. Dia berhasil mengalahkan 40 pemain muda yang berasal dari 32 negara.

Namun, pemain yang bermain pada Bayern Muenchen ini tetap rendah hati, seperti gayanya di lapangan hijau yang mengundang simpati penonton. Dalam wawancara eksklusif dengan fifaworldcup.com mengenai arti penghargaan tersebut, lelaki yang memiliki panggilan Prinz Poldi ini mengaku kemenangan itu tak lepas dari kerja timnya.

"Memenangkan penghargaan dalam turnamen yang paling akbar di dunia sungguh luar biasa bagi saya. Saya berterima kasih kepada semua orang yang memilih saya dan seluruh anggota tim karena penghargaan ini juga untuk mereka," ujar Podolski.

Dalam wawancara tersebut, Podolski menegaskan bahwa yang diinginkan tim Jerman adalah meraih gelar juara Piala Dunia 2006, tetapi gagal akibat kekalahan dari Italia. Namun, dia berharap seniornya, Miroslav Klose, juga bisa mencetak beberapa gol pada pertandingan terakhir melawan Portugal sehingga bisa memenangkan sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak.

Sebenarnya Podolski tidak hanya menghibur publik Jerman, tetapi seluruh pencinta sepak bola dunia yang kecewa karena minimnya gol yang tercipta dan banyaknya aksi diving (pura-pura terganjal) yang dilakukan oleh para pemain bintang. Kecemerlangan karier bola Podolski memberikan hiburan tersendiri dan meningkatkan pamor piala dunia yang merosot dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya.

Tiga tahun yang lalu, Podolski masih bermain di tim junior FC Koeln. Kemudian nasib baik membawanya ke tingkat profesional di negaranya pada klub FC Koeln dan FC Bayern Muenchen dengan mencetak total 46 gol dalam 81 pertandingan. Ia kemudian mulai bermain untuk Jerman pada Piala Eropa 2004 dan menjadi pemain termuda. Selain itu, ia juga ikut Piala Konfederasi 2005 dengan mencetak tiga gol.

Kemampuannya terus diasah sehingga mampu tampil gemilang di Piala Dunia 2006. Meskipun pertama kali tampil di ajang Piala Dunia, dirinya sudah bisa mencetak tiga gol dan merupakan prestasi yang riil bagi seorang pemain sepak bola dunia.

Sementara di dalam negeri, Podolski mencatat prestasi tersendiri karena dalam usia 18 tahun berhasil mencetak sepuluh gol ke gawang lawan dalam 19 pertandingan. Prestasi itu membawa namanya tercatat sebagai pemain berusia 18 yang yang paling cemerlang di Jerman selama 43 tahun terakhir.

Tiga tahun lalu, Podolski hanyalah seorang striker di tim usia-19 tahun Jerman yang masih mencari jalan agar dapat diperhitungkan untuk masuk ke level senior dalam skuad Jerman. Sekarang, pemain yang disebut oleh Pelatih Huub Stevens sebagai Johan Cruyff, Ryan Giggs, atau Wayne Rooney "muda" tersebut memiliki karier sepak bola yang melesat cepat di tim Jerman. Konon, kegemilangan itu belum pernah ada yang menandingi di negaranya.

Pahlawan Jerman

Orang pasti tidak lupa ketika Podolski menjadi pahlawan tim Jerman saat menggilas Swedia 2-0 di babak 16 besar Piala Dunia 2006 di Muenchen. Striker muda Podolski menjadi berita utama media massa ketika mencetak dua gol dalam 12 menit pertama, yakni pada menit keempat dan ke-12.

Pelatih tim Jerman Juergen Klinsmann berjingkrak kegirangan pada menit keempat ketika Lukas Podolski menggetarkan gawang Swedia yang dijaga oleh Andreas Isaksson pada waktu itu. Gol yang diciptakan Podolski tidak hanya cepat, tetapi juga menawan.

Podolski waktu itu memang menjadi bintang dan telah menambah koleksi tiga gol pada Piala Dunia 2006, setelah sebelumnya mencetak satu gol pada menit ke-57 ketika berhadapan dengan tim Ekuador. Meskipun dia tak berharap melampaui Klose untuk mendapatkan sepatu emas, tetapi publik menganggap sah-sah saja kalau Podolski berharap pada penghargaan itu.

Sekalipun baru bertanding enam kali di ajang Piala Dunia, tetapi pemain yang akrab dipanggil Poldi ini sudah menjadi incaran klub bola yang punya nama besar. Klub papan atas Spanyol, Real Madrid, sempat disebut-sebut berminat membeli pemain yang sudah mencetak 15 gol internasional saat membela tim Jerman sebanyak 31 kali.

Konon, nilai transfer Podolski waktu itu mencapai 15 juta euro dan dia akan mendapatkan satu juta euro jika transfer terlaksana. Namun, Podolski masih harus bersabar kalau memang tidak ada transfer karena kontraknya baru akan berakhir pada Juni 2007.

Podolski memang tidak berminat untuk keluar dari Jerman. Meskipun tawaran berkarier di luar Jerman cukup menggiurkan, pemain muda yang memiliki prestasi internasional fantastis dalam usia 21 tahun ini masih ingin memuaskan publik sepak bola Jerman.

Podolski yang menguasai bahasa Jerman, Inggris, dan Polandia memang cukup banyak dipuja di luar Jerman. Salah satunya yang memuji dirinya adalah Pelatih Argentina Jose Pekerman. Menurut Pekerman, penampilan striker muda tim nasional Jerman ini merupakan striker masa depan Jerman.

Ajang Piala Dunia memang sudah berakhir, tetapi perjalanan Podolski masih panjang untuk membuktikan dirinya sebagai pemain muda yang terbaik.

Sumber : Kompas, Senin, 10 Juli 2006

0 comments:

 
Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger

© Newspaper Template Copyright by bukan tokoh indonesia | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks